Krisis Ekonomi Global
Krisis Ekonomi Global adalah penurunan likuiditas keuangan di hampir seluruh negara-negara di dunia.
Faktor yang mendasari pada kali ini adalah krisis ekonomi di USA yang mau diakui maupun tidak adalah negara ADIKUASA yang punya power terbesar mempengaruhi negara-negara lainnya, krisis di AS dipicu oleh kebijakan Subprime Mortage.
Karena Industri-industri besar yang ada di Indonesia sebagian pasar mereka ke USA, krisis di USA mengakibatkan berkurangnya (sampai diberhentikannya) order dari USA, otomatis jika tidak ada order pabrik tidak berproduksi, dan ribuan karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut terpaksa dirumahkan / di PHK .... so Pengagguran bertambah banyak .... beban hidup yang semakin berat memicu peningkatan tingkat kejahatan ...
Pemerintah hanya berhasil menyelamatkan bursa dari rush besar-besaran dengan meng-Intervensi perdagangan di bursa saham dan valas, tetapi untuk hal lainnya belum ada action yang cukup berpengaruh secara signifikan ....
Faktor yang mendasari pada kali ini adalah krisis ekonomi di USA yang mau diakui maupun tidak adalah negara ADIKUASA yang punya power terbesar mempengaruhi negara-negara lainnya, krisis di AS dipicu oleh kebijakan Subprime Mortage.
Karena Industri-industri besar yang ada di Indonesia sebagian pasar mereka ke USA, krisis di USA mengakibatkan berkurangnya (sampai diberhentikannya) order dari USA, otomatis jika tidak ada order pabrik tidak berproduksi, dan ribuan karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut terpaksa dirumahkan / di PHK .... so Pengagguran bertambah banyak .... beban hidup yang semakin berat memicu peningkatan tingkat kejahatan ...
Pemerintah hanya berhasil menyelamatkan bursa dari rush besar-besaran dengan meng-Intervensi perdagangan di bursa saham dan valas, tetapi untuk hal lainnya belum ada action yang cukup berpengaruh secara signifikan ....
BARU:
Penyebabnya berantai dan bermacam-macam, namun inti penyebab yang saya dapatkan melalui artikel-artikel yang ada di internet adalah:
1.sektor bisnis dan perbankan menguasai pemerintahan dunia ( dan AS khususnya), mengakibatkan-
a.korupsi dan konflik kepentingan di pemerintahan (menghapuskan dan mengabaikan aturan; pemalsuan indikator ekonomi yang baik),
b.pembuatan kebijakan yang menguntungkan untuk perbankan (naked short, phantom shares, money laundering)
c.kebijakan moneter yang lunak (tanpa disiplin, tak terkendali, dan tanpa dukungan aset berwujud seperti emas & perak
d.pembengkakan kredit (mortgage loan, home equity loan, student loan, car loan, credit card, margin trading, dll) yang tersedia pada bank,
2.Kondisi di atas mengakibatkan
a.kemudahan kredit untuk konsumer sehingga mereka merasa kaya dan dapat berbelanja berlebihan tanpa menghiraukan perencanaan pembayaran hutangnya serta kondisi tabungan dan pendapatannya
b.investor merasa kaya dan menjadi rakus sehingga mereka berspekulasi berlebihan yang melibatkan leverage berpuluh kali lipat dari modal yang diinvestasikan yang melibatkan reksa dana, hedge fund, broker, perusahaan asuransi, dan investment bank.
c.bubble/penggelembungan nilai aset (saham teknologi, perumahan, kredit) seperti naiknya harga rumah dan saham.
d.investor lengah dan berinvestasi pada hal-hal yang salah tanpa menghiraukan kehati-hatian, perencanaan yang baik, dan perputaran bisnis.
e.meraja lelanya penipuan-penipuan terselubung yang difasilitasi dunia perbankan dan finansial dengan menawarkan alat-alat investasi yang tidak jelas penggunaannya, patokan harganya, dan pasarnya (CDO, CDS, MBS, ABS, dan berbagai macam “over the counter derivatives”) ke seluruh dunia dan berbagai macam institusi dengan iming-iming keuntungan tinggi, keamanan modal, dll.
f.permintaan artifisial pada macam-macam barang yang tidak diperlukan mengakibatkan defisit perdagangan
g.tumbuhnya bisnis-bisnis raksasa global yang haus kekuasaan dan uang serta tidak dapat dibiarkan bankrut karena dapat mengakibatkan hancurnya ekonomi dunia.
3.untuk menghindari terjadinya inflasi dalam negeri, pemerintah AS:
a.menggunakan kredit yang diberikan oleh negara-negara lain dan menjadi tergantung pada masuknya uang tersebut.
b.memanipulasi dan mengintervensi pasar (baik saham, obligasi, komoditas, maupun uang)
c.membiayai Al Qaeda yang dipimpin oleh Tim Osman (Osama Bin Laden), seorang agen CIA
4.dollar yang dipakai sebagai uang cadangan dan mata uang perdagangan di seluruh negara berfungsi menghisap dan melibatkan seluruh negara di dunia pada lingkaran setan perekonomiannya.
5.kondisi ini berjalan pada jangka waktu yang cukup lama sehingga akumulasi hutang AS menyebabkan resiko sistemik yang besar. Sedikit saja gangguan ekonomi terjadi pada AS, akibatnya akan terasa di seluruh dunia. Bila satu bank runtuh, seluruh bank juga ikut merasakan akibatnya, bahkan bisa ikut bankrut.
6.Hal ini menyebabkan seluruh negara disandera oleh kebijakan pemerintahan AS yang dikuasai oleh para elite dunia dan pebisnis raksasa dengan agenda globalisasi dan free tradenya. Bila seluruh rakyat dunia jatuh miskin, tentu kuasa mereka bertambah? Satu pemerintahan dunia, satu mata uang, satu ekonomi, satu rakyat.
7.kejadian awal yang menjadi pelatuk dari krisis ini yang diidentifikasi adalah kejadian gagal bayar pada sektor perumahan. Namun sesungguhnya, penyebab inti krisis sekarang ini adalah kegagalan bayar pada over the counter derivatives (CDO, CDS, CLS, ABS, MBS, dll) yang sudah terjadi dan cepat menyebar ke seluruh perekonomian dunia seperti domino. Jumlahnya adalah lebih dari “ONE QUADRILLION DOLLAR” yang seharusnya bernilai NOL BESAR. Jumlah yang sedang ambruk ini lebih besar dari GDP dunia (65 TRILLION DOLLAR) tahun 2007. Ini menyebabkan seluruh bailout yang diberikan tidak akan berfungsi tanpa menyebabkan “hyperinflation & competitive devaluation”.
8.Semuanya ini terjadi dengan tersembunyi OFF BALANCE SHEET. Karena sifatnya yang tidak transparan, hal ini menyebabkan banyak orang dan institusi hilang kepercayaan pada bank dan institusi finansial lainnya.
9.Hilangnya kepercayaan nasabah, menyebabkan pengetatan kredit dan gagal bayar pada institusi/perusahaan lain. Ini terus menyebar ke seluruh dunia dan mempengaruhi kegiatan ekonomi, distribusi barang, ekspor-impor, dll.
1.sektor bisnis dan perbankan menguasai pemerintahan dunia ( dan AS khususnya), mengakibatkan-
a.korupsi dan konflik kepentingan di pemerintahan (menghapuskan dan mengabaikan aturan; pemalsuan indikator ekonomi yang baik),
b.pembuatan kebijakan yang menguntungkan untuk perbankan (naked short, phantom shares, money laundering)
c.kebijakan moneter yang lunak (tanpa disiplin, tak terkendali, dan tanpa dukungan aset berwujud seperti emas & perak
d.pembengkakan kredit (mortgage loan, home equity loan, student loan, car loan, credit card, margin trading, dll) yang tersedia pada bank,
2.Kondisi di atas mengakibatkan
a.kemudahan kredit untuk konsumer sehingga mereka merasa kaya dan dapat berbelanja berlebihan tanpa menghiraukan perencanaan pembayaran hutangnya serta kondisi tabungan dan pendapatannya
b.investor merasa kaya dan menjadi rakus sehingga mereka berspekulasi berlebihan yang melibatkan leverage berpuluh kali lipat dari modal yang diinvestasikan yang melibatkan reksa dana, hedge fund, broker, perusahaan asuransi, dan investment bank.
c.bubble/penggelembungan nilai aset (saham teknologi, perumahan, kredit) seperti naiknya harga rumah dan saham.
d.investor lengah dan berinvestasi pada hal-hal yang salah tanpa menghiraukan kehati-hatian, perencanaan yang baik, dan perputaran bisnis.
e.meraja lelanya penipuan-penipuan terselubung yang difasilitasi dunia perbankan dan finansial dengan menawarkan alat-alat investasi yang tidak jelas penggunaannya, patokan harganya, dan pasarnya (CDO, CDS, MBS, ABS, dan berbagai macam “over the counter derivatives”) ke seluruh dunia dan berbagai macam institusi dengan iming-iming keuntungan tinggi, keamanan modal, dll.
f.permintaan artifisial pada macam-macam barang yang tidak diperlukan mengakibatkan defisit perdagangan
g.tumbuhnya bisnis-bisnis raksasa global yang haus kekuasaan dan uang serta tidak dapat dibiarkan bankrut karena dapat mengakibatkan hancurnya ekonomi dunia.
3.untuk menghindari terjadinya inflasi dalam negeri, pemerintah AS:
a.menggunakan kredit yang diberikan oleh negara-negara lain dan menjadi tergantung pada masuknya uang tersebut.
b.memanipulasi dan mengintervensi pasar (baik saham, obligasi, komoditas, maupun uang)
c.membiayai Al Qaeda yang dipimpin oleh Tim Osman (Osama Bin Laden), seorang agen CIA
4.dollar yang dipakai sebagai uang cadangan dan mata uang perdagangan di seluruh negara berfungsi menghisap dan melibatkan seluruh negara di dunia pada lingkaran setan perekonomiannya.
5.kondisi ini berjalan pada jangka waktu yang cukup lama sehingga akumulasi hutang AS menyebabkan resiko sistemik yang besar. Sedikit saja gangguan ekonomi terjadi pada AS, akibatnya akan terasa di seluruh dunia. Bila satu bank runtuh, seluruh bank juga ikut merasakan akibatnya, bahkan bisa ikut bankrut.
6.Hal ini menyebabkan seluruh negara disandera oleh kebijakan pemerintahan AS yang dikuasai oleh para elite dunia dan pebisnis raksasa dengan agenda globalisasi dan free tradenya. Bila seluruh rakyat dunia jatuh miskin, tentu kuasa mereka bertambah? Satu pemerintahan dunia, satu mata uang, satu ekonomi, satu rakyat.
7.kejadian awal yang menjadi pelatuk dari krisis ini yang diidentifikasi adalah kejadian gagal bayar pada sektor perumahan. Namun sesungguhnya, penyebab inti krisis sekarang ini adalah kegagalan bayar pada over the counter derivatives (CDO, CDS, CLS, ABS, MBS, dll) yang sudah terjadi dan cepat menyebar ke seluruh perekonomian dunia seperti domino. Jumlahnya adalah lebih dari “ONE QUADRILLION DOLLAR” yang seharusnya bernilai NOL BESAR. Jumlah yang sedang ambruk ini lebih besar dari GDP dunia (65 TRILLION DOLLAR) tahun 2007. Ini menyebabkan seluruh bailout yang diberikan tidak akan berfungsi tanpa menyebabkan “hyperinflation & competitive devaluation”.
8.Semuanya ini terjadi dengan tersembunyi OFF BALANCE SHEET. Karena sifatnya yang tidak transparan, hal ini menyebabkan banyak orang dan institusi hilang kepercayaan pada bank dan institusi finansial lainnya.
9.Hilangnya kepercayaan nasabah, menyebabkan pengetatan kredit dan gagal bayar pada institusi/perusahaan lain. Ini terus menyebar ke seluruh dunia dan mempengaruhi kegiatan ekonomi, distribusi barang, ekspor-impor, dll.
Sebagai akibat dari kebijakan bunga rendah maka konsumsi masyarakat AS terus meningkat sehingga inflasi melambung. Kondisi ini diperparah dengan melonjaknya defisit pembayaran & perdagangan pemerintah AS yg salah satunya disebabkan karena harus membiayai perang-perang di Afganistan & Irak. Hal ini menyebabkan The Fed harus menaikkan tingkat suku bunga, sehingga tingkat suku bunga KPR juga naik yang menyebabkan para nasabah yg harusnya tidak layak mendapatkan kredit tersebut kesulitan untuk membayar hutang2nya. Jika cuma ratusan atau bahkan ribuan yg kesulitan mungkin tidak akan sedahsyat ini, tetapi bayangkan bila diperkirakan sekitar 1,3 juta nasabah tidak dapat membayar hutangnya.
The United States fell into an economic crisis in 2008 when several large banks filed bankruptcy, the housing market fell, the dollar declined in value, and unemployment numbers grew.
TUGAS SEJARAH:
Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar